Wednesday, March 18, 2009

itu BMW abang...bukan MBW

it's not funny at all
Harusnya saya dan kami sekeluarga 'aware' ketika dawwi berkali-kali --sampai dua minggu lalu--tidak mampu merubah ejaan dan ucapan BMW.dia selalu sebut MBW. sejak dua minggu lalu ada kemajuan yang membuat hati saya mendesir bahagia dia sudah bisa bilang BNW..not with M yet. dari sisi fonetis dengunan M & N butuh latihan pembedaan dengar & bunyi yang detail.hanya saja si N just still work in other words...
setelah sebulan terapi,baru ssekarang saya update lagi tentang tumbuh kembang dawwi. jadi ternyata diagnoze awal dawwi yang ADD itu patah juga. aku paham keyakinan dr.poerboyo solek tentang ADD yang menempel pada Dawwi bulanlah ADD murni. ternyata, dari beberapa bacaan yang saya lakukan, anak dengan dyslexia punya 'tempelan' ADD..
saya lega sekaligus tercengang ketika 'being told' my Dawwi is dyslexia, (yet probably also with Dyscalculia & dysgraphia). dua bulan lagi setelah sesi terapi prilaku & belajar ini usai dokter & tim terapisnya akan melakukan (lagi) tes grifith untuk menegakkan diagnosa.
tercengang,karena ibarat saya keluar dari obgyn terus masuk ke onkologi. ngerti kan maksudnya. lega,karena finally kita menemukan sesuatu dan bisa lebih cepat menanganinya.

saya cemas...
karena mulai sekarang otak saya sudah terbagi 2,5 bagian..ntar lagi jadi 3 bagian dengan tingkat prioritas dan konsentrasi tertentu. (sometimes,makes me feel numb!) with a new baby coming dan kebutuhan memberikan 'perhatian khusus' untuk dawwi, saya masih 'blank' memetakan diri untuk cari cara gimana helping dawwi by my own hands. ga mungkin hanya mengandalkan terapi.
my rabbit tail now is, keyakinan dr.poerboyo solek tentang IQ dawwi yang "BUKAN" normal, tapi superior probably upper. the statement that's always make me smile.

I am keeping lots of puzzles
saya jadi banyak browsing,ngumpulin artikel,membangun motivasi dan inner strenght untuk menjalani ini semua. ga semua orang bisa memahami kondisi dyslexia secara 'benar' alias 'well informed'. belum tentu juga lingkungan menerima kondisi anak saya sebenar-benarnya. pasti banyak pertanyaan "hampir enam tahun belum bisa baca?", "belum bisa ngitung ampe dua puluh", "kok masih terbalik kiri kanannya?" dan banyak lagi dan ga mungkin saya teriak-teriak "anak saya dyslexia' kan? akhirnya yang ada di benak masyarakat cuman 'plain stupid'..my boy is smart! lot's of things to prove it !!!

see?...

saya meracaukan kepingan-kepingan ini...