Saturday, November 20, 2010

sekolah tanpa gedung

Setelah berkali kali melihat berita tentang sekolah yang akan rubuh atau sudah rubuh, sekarang saya tidak tahan ingin menyampaikan perasaan saya. Mungkin pemikiran saya 'ekstrim' buat beberapa kalangan, but it's okay, standar setiap orang memang berbeda-beda.

Saya tergelitik bukan karena saya menyekolahkan anak saya di sekolah 'tanpa gedung', tapi saya tergelitik bahwa sebenarnya 'gedung' bukan esensi 'proses belajar'. Standar nya iya, tapi bukan buat saya.

Saya senang belajar sambil selonjoran, sambil melihat mobil lewat, sambil menyeruput kopi atau sambil mendengarkan musik. Yang penting yang saya pelajari 'masuk' kan?

Berdasarkan pengalaman 'masa lalu' saya 'ngeuh' suasana belajar yang menyenangkan jadi 'fondasi' belajar yang maksimal. Well, study is about gaining,learn and experience new thing. Sok aja, kalo suasananya belum apa-apa udah bikin bete, males kan mau ngapa2in? :p ..

Pada masa anak-anak, pengkondisian yang tepat 'memang perlu' tapi apa dan seberapa nilai tepat itu?

Dr. Syaraf anak, langganan saya bilang belajar harus di kursi dengan posisi duduk tegak baik, kondisi ini mengeliminasi banyak gerak sehingga perhatian selama proses belajar menjadi penuh. Meski,ditempat terapi dawwi mengikuti 'persyaratan' ini tapi hasilnya ga jauh beda dengan anak2 lain yg di sekolahnya 'duduk' sementara dawwi d sekolah boleh belajar sambil duduk di pinggir kolam.

Jadi, hati saya bilang, duduk di kursi meja di dalam ruangan bukan syarat utama proses belajar mengajar! Toh ga jaminan lulus UN dengan nilai baik karena harus bersekolah di dalam gedung .. :p. Esensi bukan gedung, tapi 'tempat' nyaman untuk belajar sehingga proses KBM menyenangkan dan yang di serap anak2 jadi berkualitas! Buktinya, anak2 mana yang ga seneng kalo ada kegiatan 'outing'? .. Outing itu proses kbm d luar kelas kan? So? ....

Sedih, pas nonton tivi menyaksikan anak-anak terpaksa tidak belajar karena sekolah roboh/ga layak huni. Padahal KBM bisa dilakukan 'dimana' saja asal anak nyaman. Boro, ngandelin pemerintah buat benerin sekolah ASAP? In your dream .. Pemerintah gitu lho :p! Keburu ga naek kelas deh heheheh. Ortu juga banyak yg males buka dompet utk bantu benerin sekolah belum lagi masyarakat yang ekonominya di bawah. Apa harus nunggu ada gedung untuk sekolah? Apa itu garansi kesuksesan belajar tiap anak? :) ...

Banyak hal yg bisa masyarakat,orang tua lakukan menghadapi 'gedung rusak' sambil ' nunggu bantuan' :p :) ...
Melakukan proses KBM tanpa gedung .. Tanpa harus di kandang kambing (berita yang dibikin semiris mungkin) .. Tanpa harus kehilangan akal dan kreatifitas pelaku proses belajar.

Jika cuaca cerah, alangkah indah bisa belajar membuat puisi tentang alam langsung di tengah alam nya, inspirasinya pasti luas tidak terbatas tembok. Belajar tentang ulat langsung melihat ulatnya di pepohonan, belajar berhitung di pasar, belajar mengenal sistem pemerintahan di kantor lurah/camat/kantor polisi, belajar agama langsung d tempatnya .. Menyenangkan kan? Tempat2 seperti itu tak usah dicari atau dibuat, ada di sekitar kita .. Ga perlu ac ga perlu lampu .. Kalau hujan belajarlah bersahabat dengan nya, kenali hujan yang baik buat dijadikan teman mandi, dan hujan yang perlu dihindari ..
Bahkan kalau perlu ga usah pakai seragam (di kawasan tanggap darurat) ribet amat harus cuci setrika di kawasan sulit ... Eseni belajar ilmu nya .. Bukan asesoris nya ..

Jadi sebenernya bukan alasan ga ada gedung sehingga ga bisa sekolah kan? Paradigma kita, paradigma masyarakat tentang proses KBM yang harus di rubah .. Kalau engga.. Anak-anak keburu ga naik kelas ... :)

Wednesday, November 10, 2010


aya tergelitik bahwa sebenarnya 'gedung' bukan esensi 'proses belajar'. Standar nya iya, tapi bukan buat saya.

Saya senang belajar sambil selonjoran, sambil melihat mobil lewat, sambil menyeruput kopi atau sambil mendengarkan musik. Yang penting yang saya pelajari 'masuk' kan?

Berdasarkan pengalaman 'masa lalu' saya 'ngeuh' suasana belajar yang menyenangkan jadi 'fondasi' belajar yang maksimal. Well, study is about gaining,learn and experience new thing. Sok aja, kalo suasananya belum apa-apa udah bikin bete, males kan mau ngapa2in? :p ..

Pada masa anak-anak, pengkondisian yang tepat 'memang perlu' tapi apa dan seberapa nilai tepat itu?

Dr. Syaraf anak, langganan saya bilang belajar harus di kursi dengan posisi duduk tegak baik, kondisi ini mengeliminasi banyak gerak sehingga perhatian selama proses belajar menjadi penuh. Meski,ditempat terapi dawwi mengikuti 'persyaratan' ini tapi hasilnya ga jauh beda dengan anak2 lain yg di sekolahnya 'duduk' sementara dawwi d sekolah boleh belajar sambil duduk di pinggir kolam.

Jadi, hati saya bilang, duduk di kursi meja di dalam ruangan bukan syarat utama proses belajar mengajar! Toh ga jaminan lulus UN dengan nilai baik karena harus bersekolah di dalam gedung .. :p. Esensi bukan gedung, tapi 'tempat' nyaman untuk belajar sehingga proses KBM menyenangkan dan yang di serap anak2 jadi berkualitas! Buktinya, anak2 mana yang ga seneng kalo ada kegiatan 'outing'? .. Outing itu proses kbm d luar kelas kan? So? ....

Sedih, pas nonton tivi menyaksikan anak-anak terpaksa tidak belajar karena sekolah roboh/ga layak huni. Padahal KBM bisa dilakukan 'dimana' saja asal anak nyaman. Boro, ngandelin pemerintah buat benerin sekolah ASAP? In your dream .. Pemerintah gitu lho :p! Keburu ga naek kelas deh heheheh. Ortu juga banyak yg males buka dompet utk bantu benerin sekolah belum lagi masyarakat yang ekonominya di bawah. Apa harus nunggu ada gedung untuk sekolah? Apa itu garansi kesuksesan belajar tiap anak? :) ...

Banyak hal yg bisa masyarakat,orang tua lakukan menghadapi 'gedung rusak' sambil ' nunggu bantuan' :p :) ...
Melakukan proses KBM tanpa gedung .. Tanpa harus di kandang kambing (berita yang dibikin semiris mungkin) .. Tanpa harus kehilangan akal dan kreatifitas pelaku proses belajar.

Jika cuaca cerah, alangkah indah bisa belajar membuat puisi tentang alam langsung di tengah alam nya, inspirasinya pasti luas tidak terbatas tembok. Belajar tentang ulat langsung melihat ulatnya di pepohonan, belajar berhitung di pasar, belajar mengenal sistem pemerintahan di kantor lurah/camat/kantor polisi, belajar agama langsung d tempatnya .. Menyenangkan kan? Tempat2 seperti itu tak usah dicari atau dibuat, ada di sekitar kita .. Ga perlu ac ga perlu lampu .. Kalau hujan belajarlah bersahabat dengan nya, kenali hujan yang baik buat dijadikan teman mandi, dan hujan yang perlu dihindari ..
Bahkan kalau perlu ga usah pakai seragam (di kawasan tanggap darurat) ribet amat harus cuci setrika di kawasan sulit ... Eseni belajar ilmu nya .. Bukan asesoris nya ..

Jadi sebenernya bukan alasan ga ada gedung sehingga ga bisa sekolah kan? Paradigma kita, paradigma masyarakat tentang proses KBM yang harus di rubah .. Kalau engga.. Anak-anak keburu ga naik kelas ... :)

Tuesday, November 2, 2010

~Mana Mentari~

Aku iri pada mu hai bintang bersinar
Aku iri pada mu hai senja yang dingin
Aku iri pada mu hai hujan berderai lebat
Aku iri pada mu berkelamnya malam

Duhai bintang disana, sudi kiranya padamkan dulu cahaya mu
Sedih rasa hati, wajah pilu ku terpantul cahayamu

Duhai senja yang dingin, hentikan dulu buaian hawa mu
malu akan rasa ku, mereggang hangat ingin bersama nya

Duhai hujan yang tak usai, selesaikan tetesan air mu
Aku tak bisa bedakan mana air mata ku dan derai mu

Duhai malam yang kelam, panggilah mentari cepat bersinar
Rindu tak sanggup tersembunyikan lagi biarlah terang sampaikan rasa hati ku ...

Wahai mimpi mimpi kehidupan, adakah engkau dalam bayangan mataku?
Bisakah ku tahu apa yang kan terjadi esok?
Bolehkah ku rajut ingin dan harapan ?
Ingin aku terbangkan nya menjadi kenyataan ...

Finding nemo, Finding Pathway, Finding Life

 Script : 34

 
CRUSH : Whoa. Kill the motor, dude. Let us see what Squirt does flying solo.
 
SQUIRT : Whoa! Whoa! That was so cool! Hey dad, did you see that? Did you see me? Did you see what I did?
 
CRUSH : You so totally rock, Squirt! So give me some fin..noggin..
 
CRUSH/SQUIRT : ..dude!
 
CRUSH : Oh, intro. Jellyman, Offspring. Offspring, Jellyman.
 
SQUIRT : Jellies? Sweet.
 
CRUSH : Totally.
 
MARLIN : Well, apparently, I must've done something you all like. Heh, uh, dudes.
 
SQUIRT :  You rock, dude.
 
MARLIN : Ow.
 
CRUSH : Curl away, my son. Aw, it's awesome, Jellyman. Little dudes are just eggs, leave 'em  on the beach to hatch, then coo-coo-ca-choo, they find their way back to the big 'ol blue.
 
MARLIN : All by themselves?
 
CRUSH : Yeah.
 
MARLIN : But-but-but dude, how do you know when they're ready?
 
CRUSH : Well, you never really know. But when they'll know, you'll know, you know? Ha.
 

Ayah : we always try to make dawwi ready ..but are we ready to get to know the fact if he’s already ‘ready’?

Me    : I dunno … I’m afraid if  he’ll be not ready at ‘his’ time then

Ayah : so the true is we are the one who's worry for him not getting ready, which is probably wrong

Me    : heheheh

Ayah : let’s pray, the rest is Allah pathway

 

I guess this is the point of making Dawwi ready : “Ability is what you're capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it. ~ Lou Holtz

Build his ability, gain his motivation and create the attitude

 

Worry does not empty tomorrow of its sorrow; it empties today of its strength. ~ Unknown

Yes, drowning my self into this –mistakenly-misserably-feeling-self-created-  is getting me no where. It’s loosen up my energy, my common sense and my sanity.  Tomorrow awaiting with big ‘hole’ to fill in and it’s serious. I really need to get ready to make my son ready and to find the sign if he’s ready. He will be a citizen of the universe and all we need is big .. big .. trust ..