Sunday, February 7, 2016

Bun, kenapa aku disleksia

Tiba-tiba saya ingat, beberapa tahun lalu saat pillow talk dawwi bertanya "kenapa sih bun, ko aku diseleksia?".

Mengenalkan padanya tentang keistimewaannya, merupakan jalan panjang & penuh pro kontra. Saya ingat betul seorang guru setengah menyindir kelebayan saya memperlakukan dawwi. Ujarnya, dawwi sama seperti muridnya yang lain hanya butuh belajar berbeda.

Kenapa sih, dawwi perlu cara belajar yang berbeda. Retoris bukan?. Pernyataan tersebut diberikan tanpa dasar dan latar belakang pemahaman yang dangkal. Untung saya memahami 'kekurangpahaman' beliau dan ga perlu marah.

Ada beberapa jawaban berbeda saya sampaikan pada dawwi yang menjawab pertanyaannya. Berliku menuju pehamanan yang tepat, tertahan oleh keraguan, inikah waktu yang tepat? Bagaimana reaksinya , bagaimana pemahamannnya? Apa dampaknya nanti?