Thursday, April 20, 2006

A Light in the dark

Antusiasme itu menular!

saya sudah mematrikan kalimat itu sejak lama--which is it works ,that's why I believe it so--dan susah untuk menolak bahwa kalimat itu ga bisa saya gunakan untuk orang lain. tapi kali ini, saya takluk atas keajaiban tak terduga. saya menemukan saya antusias sendirian, and the people around me (my sales force--red) were weirdly looking at me in avery long glanze! damned...where does the magic gone?

saya terpaku kemudian beberapa saat dalam malu (persis kayak lagunya glenn fredly) dan membayangkan.. saya adalah sebuah api unggun yang membara, berusaha semerah-merahnya..sepanas-panasnya menghangati malam yang terguyur hujan deras, tapi orang-orang di sekeliling saya adalah 'para hujan deras' yang tanpa usaha apapun sanggup mematikan keperkasaan api unggun ini.

lalu saya terpuruk beberapa menit, terjebak dalam pilihan, untuk maju meneruskan semua pekerjaan ini, atau pulang dengan muka merah kepada suami saya (yang memberikan izin saya --with the greatest love he has--bekerja selama setahun ke depan) dan menerima 'ketidak sanggupan saya mengatasi tantangan ini.

idealisme itu Indah, sama indahnya seperti melihat bulan purnama dari kaki bumi. tapi kenyataan ga selalu sama yang seperti kita harapkan. mengutip sebuah line dari film ja-dul -- Stairways to heaven nya Michael landon--Things doesn't always turn out to be the way it is suposed to be. Jadi jangan terlalu berharap. jangan berharap menghasilkan output seindah yang udah kita plan atau plot di prediksi kalender kita, dalam hitungan panjang di excel kita dalam, tabulasi sempurna yang di buat di microsoft word! No..no..no..

saya menangis kesal, kemudian menyadari, ketidak sempurnaan adalah apa yang harus kita sempurnakan, ketidaktepatan hasil adalah yang harus kita tepatkan. apa yang saya kerjakan, persis seperti bekerja dengan gejala alam, semuanya tidak bisa diatur seindah rencana, sebab semuanya tentang manusia, yang punya fikiran, jiwa dan hati yang tidak dangkal untuk diselami.

dalam menit selanjutnya, saya terperangah oleh lagu letto--sampai nanti,sampai mati. walaupun beat lagunya ga semangat sama sekali, tapi liriknyanya kuat dan memberikan saya kekuatan,menyeka air mata saya, keluar dari ruang meeting tempat 'persembunyian ' saya dan bertekad, saya ga boleh patah arang, saya harus tetap semangat, tetap antusias, tetap positif, tetap kreatif dan berani menghadapi keadaan yang jelek ini, berjanji berusaha memberikan hasil terbaik. sebab saya ga mau setahun kedepan pekerjaan saya sia-sia dan membuat kecewa orang-orang yang sudah memberi saya waktu setahun berkontribusi untuk banyak orang..

Saya jadi inget, Aa selalu bilang, : be strong honey, be though.. dan saya jadi rindu Aa dan rindu memberinya rewards atas kebaikan hatinya memberi saya izin berada disini selama setahun ...

No comments: