Wednesday, October 28, 2015

Dawwi, The star of our heart

http://health.detik.com/read/2015/10/28/170936/3055869/775/kisah-dawwi-anak-disleksia-dengan-cita-cita-tinggi

Bukan Bodoh, Tapi Disleksia

Kisah Dawwi, Anak Disleksia dengan Cita-cita Tinggi

Jeems Suryadi Gani - detikHealth
Rabu, 28/10/2015 17:09 WIB
Kisah Dawwi, Anak Disleksia dengan Cita-cita TinggiFoto: Dokumentasi Pribadi
Jakarta, Disleksia adalah sebuah kelainan yang berhubungan dengan kemampuan penguasaan dan pemrosesan bahasa seperti membaca, menulis, mengeja, dan kadang dalam matematika. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan pada area sensoris otak.

Dawwi Raissa (15) adalah salah satu anak yang harus memiiki disleksia untuk seumur hidupnya. Kondisinya dicurigai mulai muncul saat usia 4,5 tahun, dan baru terdiagnosa disleksia pada usia 6 tahun. Berbagai macam terapi telah dijalaninya, dan pada akhirnya kini Dawwi telah duduk di bangku SMP. Banyak sekali perjuangan yang harus dilalui Dawwi dalam menjalani hari-harinya dengan disleksia.

"Saat Dawwi mulai didiagnosa memiliki disleksia, langsung kami lakukan terapi-terapi seperti terapi perilaku dan terapi remedial untuk melatih kemampuan softskillnya. Dulu kalau bicara masih suka ngaclok-ngaclok," ujar Erlyza Sasa, orang tua dari Dawwi ketika diwawancarai detikHealth dan ditulis pada Rabu (28/10/2015).

Erlyza mengisahkan bahwa pada usia sebelum masuk SD, Dawwi memang memiliki kesulitan dalam berkomunikasi. Namun berkat terapi yang diberikan Dawwi tetap bisa lulus dan terus melanjutkan pendidikannya.

Baca jugaBanyak Ngaco Saat Kirim SMS, Tak Tahunya Gejala StrokeDalam membimbing anak dengan disleksia, Erlyza mengatakan bahwa kuncinya adalah untuk memberikan kepercayaan diri terlebih dahulu kepada anak dan baru kemudian merubah pola asuh. Hal tersebut penting agar anak tak minder dengan kondisinya dan bisa bergaul dengan orang lain.

Erlyza menekankan bahwa dalam mengasuh anak-anak yang spesial, harus menggunakan cara yang spesial pula. Orang tua tentu harus ekstra sabar menerima keadaan anak dan mau lebih capai bekerja sama dengan guru dan dokter dalam memberikan bimbingan.

"Dawwi yang bercita-cita menjadi pemilik kerata api Indonesia, katanya kalau kereta api dimiliki swasta nanti jadinya bagus seperti pesawat. Ini tandanya kan anak ini pintar. Maka sebagai orang tua kita harus tetap bangga dan menyayangi anak kita" lanjutnya.

"Harapan saya, anak-anak disleksia lain bisa beruntung dengan mendapatkan sekolah yang inklusif dan mau membimbing anak yang disleksia. Karena banyak juga sekolah yang tidak terlalu fokus kepada anak dengan disleksia," tutup Erlyza

No comments: