In the end, it's not going to matter how many breaths you took, but how many moments took your breath away
- shing xiong
terjerembab lagi
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Tak kuminta air mata ini turun, tapi kini ku tenggelam di dalamnya, dihempas Isak tangis yg kutahan .. Laa Tahzan. Syafakallah syifaan ajilan, titip ayahku ya Rabb ..
Tahun lalu, akhirnya kami sepakat bahwa “baiklah” jikalau Dawwi ingin dan akan mengikuti Ujian Nasional tingkat sekolah dasar. Saat itu kami masih memiliki tanda tanya besar tentang makna dan manfaat UN bagi anak Indonesia. Singkatnya, hasil diskusi dengan beberapa guru dan pemikiran panjang kami lalui sebelum memutuskan Dawwi untuk mengikuti UN. Sejak memasuki semester genap, anak-anak mulai memasuki pola belajar yang lebih intensif untuk mempersiapkan diri menghadapi UN. Saya berkomunikasi secara intens dengan guru-guru kelas, Bu Hera & Pak Iden, mulai dari isu tren materi UN terkini hingga bagaimana kecakapan Dawwi dalam persiapan tersebut. Kemampuan membaca komprehensfi masih menjadi tantangan besar saat itu, extra-time belajar dirumah yang menguras emosi dan fisik, telah menjadi tambahan upaya meningkatkan kemampuan pemahaman baca soal yang diharapkan akan membantu dia memiliki hasil yang baik. Lagipula, Bu Hera & Pak Iden menyatakan apa yang mereka upayak...
Selamat Hari Pendidikan Nasional bagi kita semua... kita sesapi hari ini tanpa batas profesi, karena sesungguhnya pendidikan itu dari kita semua untuk kita semua. "it take a village to raise a kid" pepatah yang sulit dicerna ketika masih ada orang tua yang berpikir "lalu untuk apa saya bayar mahal kepada sekolah untuk mendidik anak saya?". Paradigma yang masih sesat untuk semua pengharapan besar atas kualitas anak berdasarkan pendidikan formal. Hingga layak anggukan kepala jika kemudian pendidikan bukan untuk semua, masih untuk mereka yang sanggup bayar sekolah saya harus pelan pelan menulis ini, pagi yang cukup emosional bagi saya memikirkan tentang pendidikan (sementara saya bukan siapa-siapa) Ini bulan-bulan terakhir saat pendaftaran masuk sekolah baru, saat paling deg degan . sama deg deg an nya saat seperti akan menikah, ini bener ga sih? kurang lebih begitu rasanya.. atau rasanya seperti menempatkan sebuah dadu di meja judi, lalu hanya menatap dadu tersebu...
Tadi magrib, kita re-check ke Prof. DR.Dr. Harsoyo N, SpA(K) lagi. Cek rutin yang biasa dilakukan kalo kita baru keluar RS. Tapi kemajuan dawwi luar biasa pesat, aku harus extra hati-hati mengatur aktivitasnya which is aku harus sembunyiin sepedanya lho.. kalo ga? Waduh... dia akan maen sepanjang hari. Bahkan udah 2 hari ini dia ga mau tidur siang (like he used to be) maunya maeeeeennnn mlulu ..pffff!!!. tapi ajaibnya, nafsu makannya itu lho, kok jadi gede buanget yah? Dia udah mulai punya refleks ‘mangap’ kalo disodorin makannan, biasanya refleksnya kan refleks mingkem dan geleng-geleng kepala.. dan kuantitas makannya juga meningkat.. wahhh.. pokoknya aku double-happy deh. Tinggal ntar ngatur gmana menvariasikan makanannya ajah. Oh yah... setelah periksa-periksa, prof bilang dawwi udah sembuh! Horeeeeeeeeeeee.... dan cuman dikasih vitamin tambahan ajah, hehehe... trus prof juga ngajak ngobrol cukup lama tentang keseharian dawwi dan produk2 TW yang dia pake. Hmmmm,.... a...
Comments