Friday, January 5, 2007

sharing : Varises, Keguguran dan Sulit Hamil

Dari www.sinarharapan.co.id
Diasuh oleh tim dokter RS Mediros

Tanya:
Saya seorang perempuan, umur 32 tahun. Saya sudah 6 tahun menikah tapi belum dikaruniai anak. Saya kerap mengalami keguguran. Selama ini saya sudah memeriksakan diri ke dokter kandungan di daerah tempat tinggal saya. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan laboratorium (darah, urin, secret vagina), dan USG kandungan.
Perlu dokter ketahui, saya sering terlambat menstruasi sekitar 3-5 minggu, tapi kemudian keluar lagi. Saya juga menderita sedikit varises di kaki. Di luar itu, saya tidak memiliki penyakit lain.
Pertanyaan saya, adakah penyakit yang membuat saya sering keguguran? Adakah hubungan antara penyakit varises di kaki dengan kesulitan saya punya anak?

Ny. Fitri
Banjarnegara

Jawab:
Keguguran dapat terjadi akibat berbagai faktor, baik faktor pada ibu maupun faktor pada janin. Salah satu penyakit yang mungkin ada di balik masalah seringnya keguguran yang Anda alami adalah keberadaan penyakit APS (Anti Phospholipid Syndrome). APS merupakan penyakit autoimun di mana terbentuk antibodi antiphospholipid.
Antibodi ini membuat gangguan terutama di pembuluh darah, khususnya pada dinding dalam yang disebut endotel. Akibat gangguan ini darah cenderung menggumpal (trombosis) pada pembuluh darah arteri maupun vena. Pada perempuan hamil dan menderita penyakit APS terjadi trombosis pada pembuluh-pembuluh darah di plasenta sedemikian rupa sehingga ada bagian plasenta yang mengalami gangguan suplai darah (perfusi darah plasenta berkurang).
Gangguan-gangguan ini bisa terjadi baik pada awal kehamilan sebelum 10 minggu atau bisa juga terjadi pada kehamilan di atas 10 minggu. Akibat gangguan suplai darah di plasenta, terjadi hambatan pertumbuhan janin dan akhirnya kematian janin secara spontan dan berulang sehingga terjadi keguguran. Tapi tidak semua plasenta menunjukkan trombosis, penyebabnya masih dalam penelitian.
Penderita penyakit ini seringkali tidak mengalami keluhan-keluhan lain, seakan-akan sehat. Pada Anda, kemungkinan gejala yang Anda sebut varises adalah suatu kondisi tersumbatnya pembuluh darah balik (vena) di kaki karena penyakit APS tersebut. Penyakit APS ini dapat berkaitan dengan penyakit autoimun SLE (penyakit lupus), disebut juga penyakit APS sekunder.
Diagnosis APS dibuat berdasarkan kriteria klinis dan serologis. Manifestasi klinis meliputi terdapatnya trombosis vena atau arterial, berkurangnya trombosit atau sel darah pembeku (trombositopenia) dan kematian janin berulang.
Pemeriksaan darah menunjukkan kriteria serologis berupa kadar Antibody Anti Cariolipin (ACA) yang cukup tinggi, baik isotipe IgG atau IgM dan atau adanya Anti koagulan lupus (LA). Pasien dikatakan APS jika terdapat suatu kriteria klinis dan kriteria serologis yang positif pada dua pemeriksaan. Dalam diagnosis APS, kita harus mengetahui pasien-pasien yang mempunyai risiko tinggi untuk timbulnya komplikasi klinis.
Sementara untuk pengobatan dibagi dalam beberapa kelompok. Pertama, pencegahan (profilaksis). Kedua, pencegahan terhadap kelanjutan trombosis dari pembuluh darah yang lebih besar. Ketiga, pengobatan untuk Acute Thrombotic Microangiopathy (kelainan trombosit dan pembuluh darah halus). Dan keempat, pengelolaan kehamilan yang berkaitan dengan APS.
Untuk pencegahan, pasien biasanya diberi obat aspirin yang berfungsi untuk melindungi terhadap kejadian trombosis. Obat-obat lain yang digunakan adalah prednison bila disertai SLE, obat-obat anti trombotik dan anti koagulasi lainnya, serta berbagai kombinasi tertentu. Pengobatan dapat memperbaiki harapan hidup.

Dr. Erawati
Resident Medical Officer
RS Mediros

No comments: