Posts

shalat magrib pertamaku

 mengalir sungai cikapundung,sebuah sungai purba di cekungan bandung yang historikal dan di sisi sepanjang sungai membentang sawah-sawah yang menjadi permadani sekolah alam bandung. saat ku berniat,berbaur bunyi hati dengan seruan ramai anak-anak dan digelitik angin lembah yang dingin tapi menyejukkan sebab malam masih begitu awal. saat ku bertakbir. Tergoda mata dengan siluet cahaya dibalik bukit. Membentuk garis tegas puncak perbukitan dengan warna yang sulit aku definisikan. allahu akbar... saat surat-surat ku bacakan, mataku malahan berkelana menikmati keindahan alam, sejuknya udara & merdu nya suasana menghadap Mu ya Rabb di alam yang indah ini. Kusyu' adalah perjuangan berat... saat ruku. Terbuai dalam sentilan angin malam membuat mukena yang kupakai berayun-ayun..sami allah huliman hamidah.. saat sujud. Kerikil-kerikil lapangan ini menusuk dahi & tangan ku, tapi siapa nyana itu terhiraukan karena yang kudengar adalah bisikan bacaan sujudku sendiri... ...

Website Design & Dyslexia

People with dyslexia frequently experience discomfort when reading because they find it more difficult to ‘decode’ the words on the page, and can also find it difficult to remain focussed on a particular piece of text. Some people may also have to concentrate more to remember what they have already read, which means they will tire more easily. When it comes to website design , keep these in mind: Website Design & Dyslexia Text size - the minimum recommended font size for users with dyslexia is 12pt. Printed material should always be made available at this size. Text scaling - on a website you may wish to use a default size smaller than 12pt. If so, use a font size which scales easily, such as percent (%) or em. This way users with dyslexia (or poorer vision) can adjust their own settings to increase the font size. Note that if you start with a base font size of around 80% (used by a lot of websites), Internet Explorer will allow a font size increase to over 12pt at the larg...

Jatuh cinta lagi

 hampir 6 tahun,aku hamil lagi *which was we've been waiting for* saat melihat usg nya d week 16 dan ahli fetomaternal itu bilang it's a boy,again. Aku sungguh khawatir. Khawatir tidak bisa mencintainya seperti aku mencintai dawwi. Dawwi is adorable boy. we love him so much,spoil him,enrich him and always fight for giving him the best. I wonder, could we do the same to his baby brother? tapi malam ini saat menyusui kafi,aku ingat bahwa aku 'mendadak' jatuh cinta lagi saat hamil 26 weeks jatuh terpeleset di kamar mandi hingga membuatku tergopoh-gopoh mencari obgyn. Saking jatuh cinta nya, aku berharap bisa melahirkan d week 38 hahahah.. aku benar-benar jatuh cinta ketika melihatnya lahir putih bersih dengan teriakannya yang kencang.. Dan saat ini, aku tahu aku dalam keabadian akan perasaan melayang karena jatuh cinta saat kafi meringkuk nyaman hangat dipelukan ku setiap menyusui.. Perasaan yang sama juga kunikmati saat ku ucap "sleep well abang,doa bobo nya?...

itu BMW abang...bukan MBW

it's not funny at all Harusnya saya dan kami sekeluarga 'aware' ketika dawwi berkali-kali --sampai dua minggu lalu--tidak mampu merubah ejaan dan ucapan BMW.dia selalu sebut MBW. sejak dua minggu lalu ada kemajuan yang membuat hati saya mendesir bahagia dia sudah bisa bilang BNW..not with M yet. dari sisi fonetis dengunan M & N butuh latihan pembedaan dengar & bunyi yang detail.hanya saja si N just still work in other words... setelah sebulan terapi,baru ssekarang saya update lagi tentang tumbuh kembang dawwi. jadi ternyata diagnoze awal dawwi yang ADD itu patah juga. aku paham keyakinan dr.poerboyo solek tentang ADD yang menempel pada Dawwi bulanlah ADD murni. ternyata, dari beberapa bacaan yang saya lakukan, anak dengan dyslexia punya 'tempelan' ADD.. saya lega sekaligus tercengang ketika 'being told' my Dawwi is dyslexia, (yet probably also with Dyscalculia & dysgraphia). dua bulan lagi setelah sesi terapi prilaku & belajar ini usai do...

as the third semester coming

Image
memasuki minggu ke 29 kehamilan ini -- ga kerasa juga hmm... -- berarti udah masuk 7 bulan atau permulaan semester ke tiga. memang banyak sekali perbedaan dengan kehamilan pertama,meski sama-sama dengan angka IgG Aca yang teuteup tinggi, treatment yang aku terima juga berbeda.aku syukuri ini sebagai naugerah luar biasa. iya dong, secara we are having a different kind a life now hehehe. waktu hamil Dawwi,aku dan aa ga bisa terlepaskan barang seharipun,aku amat tergantung ama aa soalnya dia 'wajib' nyuntik aku dengan fraxiparine setiap hari,pernah lupa trus aku perdarahan dan dirawat !. sekarang dengan 'style' weekend family (aa di jakarta & aku di bandung) justru aku ga dapat treatment heparin sama sekali! , memang pengawasan dokter cukup intens, dr.tita & dr.setyorini meminta aku 'tau diri' dengan cara santai,relaks,banyak istirahat & waspada. apalagi setelah drama di week 21-22 kemaren yang akrobat di kamar mandi alias kepeleset gubraks, aku jadi ...

Pembantu... oh Pembantu (1)

Image
it's all over my head today... hehehe... awalnya tadi pagi aku,mbak rike,mbak ivo dan mbak deni janjian kumpul di sekolah anak-anak. soalnya udah lama ga pernah ketemuan dan kita berencana "morning wisata kuliner" sekitar tembalang. sampe kita selesai makan pagi mbak deni ga muncul juga.setelah ditelepon ama mbak ivo dan mbak rike ( yang udah berkali-kali ga diangkat ) akhirnya kita tahu kenapa mbak deni ga dateng ke sekolah. ternyata pembantunya yang baru ini--yang sudah ditunggu berbulan-bulan--Kabur! ketahuannya pagi hari saat bangun kok si asisten ga ada di tempat dan pintu rumah tak terkunci.setelah dicari-cari ternyata diketahui sang asisten pergi bersama tetangga depan rumah alias di hijack untuk dipekerjakan di rumah ibunya sang tetangga. gile ya? tetangga kok kayak gitu,ngebajak pembantu tetangga.okelah,aku cukup paham bajak membajak ini..kalo diperusahaan! kalo antar rumah antar tetangga,ya apa etis?bukan kah tetangga itu saudara terdekat kita? aku pribadi ya...

Parent - Parenting - Parenthood

Timut anabelle_...... @.........com > wrote: kehidupan setelah daku melahirkan kok makin ruwet yak??? :p waktu gue sakit dirawat di RS ... bokap dah wanti-wanti, setelah keluar dari rumah sakit, sampe gue melahirkan diwajibkan tinggal di rumah mereka ... OK ... gue juga mikir, toh kalo gue tinggal di rumah gue sendiri makannya gak terkontrol. setelah gue melahirkan ... gue juga mikir, kalo gue tinggal sendiri di rumah repot ya ... OK ambil pembantu ... tapi hari gene pembantu suka aneh2 ya ... ambil BS? hmmm biayanya belum matching :D ya udah gue turutin deh tinggal di rumah bonyok ... tapi kok banyak banget ya benturan2 yang gue alamin? OK anak gue prematur waktu lahir, gue dilarang tidur di kamar ber-AC ... aduh hari gene di daerah gue panasnya ruaaaaaaaaaaaaaaaar biasa ... tapi gue tahan deh ... karena gue juga agak mikir, takutnya ntar kalo anak gue dikasih AC dia nyaman ... terus gak mau minum ntar kuning??? gue lakonin ... tapi sekarang anak gue dah naik lho berat badan...