Tuesday, March 20, 2007

Pilih-Pilih Sekolah Buat Si Kecil

Sumber: Nova

Sebentar lagi tahun ajaran baru dimulai. Saatnya para orangtua "berburu" sekolah buat putra-putri tercinta. Ada hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih sekolah yang tepat. Apa sajakah itu?

Mencari sekolah yang tepat buat Si Kecil bukanlah perkara mudah. Banyak sekali yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan pilihan. Yang paling sederhana adalah, kapan sebaiknya orangtua mulai mendaftarkan Si Kecil ke sekolah?

Menurut Lara Fridani S.Psi M.Psych (Edu & Dev), tiga bulan sebelum sekolah dimulai merupakan waktu yang cukup bagi orangtua maupun pihak sekolah untuk saling menyiapkan diri dari berbagai segi.

Bagi orangtua, waktu tiga bulan tersebut cukup memberikan kesempatan pada mereka untuk observasi ke beberapa sekolah yang akan menjadi pilihan. Termasuk mengajak anak mengenal lingkungan sekolah, memberikan informasi dan mengkondisikan anak saat masa transisi, hingga mempersiapkan dari segi biaya.

Memang benar, kini tak sedikit sekolah yang membuka pendaftaran yang terlalu cepat dan diikuti dengan penutupan yang cepat pula. Misalnya pembukaan pendaftaran enam bulan sebelumnya dan ditutup dua minggu. Lara berpendapat, di satu sisi hal ini menguntungkan bagi pihak sekolah untuk lebih mempersiapkan diri menyambut kehadiran anak baru. Tetapi, di sisi lain cukup membingungkan orangtua untuk menentukan pilihan sekolah bagi anak secara cepat.

KRITERIA SEKOLAH BAGUS
Setiap orangtua pasti ingin anaknya bersekolah di sekolah yang berkualitas bagus. Kriteria kualitas bagus berbeda dari satu orangtua dengan orangtua lain. Bagus bagi kita (orang dewasa) sebaiknya juga ditunjang pemahaman kita tentang sekolah yang bagus untuk perkembangan anak.

Contohnya, ada orangtua yang sangat senang jika anaknya masuk TK atau SD dimana gurunya menegakkan disiplin yang keras, aktif mendorong murid-muridnya untuk berlomba dan memperebutkan piala, mengejar target kurikulum di atas standar sehingga secara akademik si anak mendapat nilai rapor tinggi. Padahal, sistem tersebut belum tentu cocok dengan perkembangan anak.

Ditinjau dari sisi perkembangan anak, menurut Lara, sekolah yang bagus adalah yang memiliki kriteria sebagai berikut :

- Sarana cukup & aman
Sekolah memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan aman untuk anak. Ruang yang relatif permanen juga diperlukan disertai suasana sekolah yang memiliki nuansa hijau yang cukup (tidak selalu dikelilingi ruang dan tembok). Hal ini berkaitan dengan masalah fisik dan psikis anak agar merasa cukup nyaman dan segar saat belajar

- Tenaga pendidik berkualitas
Memiliki tenaga pendidik yang berwawasan terbuka (dalam arti terus belajar tentang anak, menghargai masukan atau input dari ahli pendidikan, praktisi, orangtua, dan lain-lain)

- Disiplin
Menerapkan disiplin yang bukan kekerasan

- Lingkungan kondusif
Memberikan lingkungan yang kondusif (termasuk meminimalkan lomba untuk anak usia dini, dan sebagai penggantinya yaitu dengan menerapkan kerjasama atau collaborative learning untuk anak)

- Metode bervariasi
Menggunakan metode yang bervariatif dalam mengajar, dengan melibatkan multiple intelligency mereka. Sehingga tidak semata-mata mengejar target kurikulum dan mengesampingkan pentingnya proses pembelajaran tersebut.

LOKASI DAN BIAYA
Pemilihan lokasi juga harus diperhatikan. Banyak orangtua yang akan memilih sekolah dekat dengan rumah, apalagi jika sekolah tersebut memang memiliki visi dan misi yang baik serta kualitas yang bisa diandalkan. Masalahnya, kondisi terkadang tidak selalu sesuai harapan.

"Tentu akan sangat membantu jika ada sekelompok orangtua (misalnya yang berpengalaman di bidang pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran ) yang bisa sharing dengan sekolah yang berjarak dekat rumah dan memiliki lingkungan relatif aman. Apalagi jika sekolah tersebut mau membuka diri dan menerima masukan. Dengan demikian, anak tidak banyak menghabiskan waktunya di jalan menempuh sekolah yang cukup jauh," papar Lara.

Selain melakukan survei sekolah yang akan dipilih, hal yang tak kalah penting adalah kesiapan dana orangtua. Pendidikan anak membutuhkan dana yang tidak sedikit. Mulai dari uang sekolah, biaya pembangunan sekolah, buku, sampai peralatan sekolah. Intinya, butuh investasi yang tidak sedikit.

HARUSKAH KE SEKOLAH FAVORIT?
Tak sedikit orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit. Adakah jaminan mereka yang bersekolah di sekolah favorit kelak akan lebih berhasil? Dalam hal ini, Lara berharap agar orangtua sekarang semakin kritis dalam mendefinisikan arti favorit.

"Apakah favorit bagi orangtua, atau bagi anak? Jika definisi favorit orangtua tentang sekolah tidak sesuai dengan konsep perkembangan anak, tentu saja tidak ada jaminan anak berkembang optimal, baik dari segi fisik maupun psikis," ujar Konsultan Pusat Intervensi Dini "Segar" Jakarta dan Bekasi ini. Sangat bisa jadi, sekolah yang mungkin bukan kriteria favorit orangtua tetapi memiliki paradigma yang lebih sesuai dengan perkembangan anak.

Lantas, benarkah sekolah yang bagus atau favorit pasti mahal? Jawabannya: bisa jadi. Bukankah untuk menghasilkan mutu bagus perlu dukungan dana untuk memenuhi sarana dan prasarana sekolah, meningkatkan profesionalitas managemen sekolah, dan juga untuk biaya pelatihan guru, penambahan variasi media, studi banding, dan lain-lainnya.

"Tetapi idealnya bukan sangat mahal, ya, yang sedang sajalah. Jangan sampai biaya yang mahal tidak didukung dengan peningkatan mutu sehingga orangtua banyak mengeluh," tandas Lara.




No comments: