Posts

Baby Step

Image
 Memulai menulis lagi. Beneran, susah. seperti air yang sudah menjadi es di kepala. bagaimana ini cara memulainya kembali. mungkin akan dicicil, dengan memindahlan beberapa tulisan media sosial ya. hmm .. kapan bisa mulai lagi? niat ini harus dikuatkan kembali😁😁😁😁😁 tetapi, lumayan lah, tahun ini aku punya pencapaian baru! mengikuti project-project antologi. gaya! hahahhaha. sampai seorang sahabat berucap "alhamdulillah, akhirnya lu nulis buku juga!, ampe sebel gue nyuruh lu bikin buku" ahai hahahhaha .. iya, banyak teman yang mendukung aku membukukan buku tentang pengalaman mengasuh anak istimewa. nah, si aku, penulis yang ga konsisten ini ya konsisten menulis sesuka hari seenak hati, ga peduli ada yang baca atau ga. kadang aku bertanya pada hatiku sendiri "sebenarnya niatmu apa sih, sa?" mungkin aku perlu baby step, menjalani proses, memutuskan cita-citaku, untuk apa Blog ini ada. Semangat sasa!

Ketika Waktunya Tiba

Sudah lebih dari sebulan ini, Si Sulung minta mandiri menjajagi angkutan kota menuju lokasi-lokasi familiar. Buat Emak yang tahu rasanya disorientasi tentu bukan hal mudah utk bisa mengabulkan permintaan anaknya. masih belum yakin apakah kemampuan spatialnya sudah siap atau belum. Bahkan ayahnya diam-diam cemas, tapi hati ini menghembuskan kata "aman, he'll be okay" .suara hati yang layak dipercaya Nyasar, adalah ketakutan terbesar orang tua pada anak disleksianya. --- https://dyslexiavictoria.wordpress.com/2010/05/09/dyslexia-and-spatial-awareness/ Jadi sebelum pembelajaran naik angkot dimulai, kami duduk bersama membahas hal-hal penting tentang solo travelling  seperti :  mereview dulu beberapa lokasi di sekitar tenpat awal berangkat dan tiba,  sesuatu untuk dijadikan landmark, meeting point, menghapalkan warna mobil angkotnya, strip khasnya, no angkot berdasark an tujuannya, berapa uang yg harus dibawa, dimana menyimpan emergency cash, e-money card, bag...

Bukan malaikat yang dirindukan

pandangi wajah anak-anak saat mereka tidur, usap lembut pipinya, andai bisa ditanyakan "duhai anakku, berapa bentakan yang kamu terima hari ini, berapa hinaan yang kau telan pagi ini, berapa lirikan sinis yang kau kerjap dimatamu hari ini? usap lagi tangannya dengan lembut, lalu bayangkan berapa besar kesedihan yang kamu rasakan hari ini, nak? berapa besar malu yang kau tanggung hari ini, nak? berapa sesak marah yang kau tahan, nak? Adakah tumpah air matamu hari ini? usap dadanya perlahan, seberapa hampa sisa hati dan rasamu, sayang? adakah ayah dan bunda dihatimu? adakah ibu guru dan bapak guru dibenakmu? apakah kami sosok malaikat yang kau rindukan atau sosok monster yang tak kuasa kau hadapi setiap hari. coba peluk dia dan tiba-tiba badannya berbalik memeluk kita, dunia terasa runtuh, remuk redam rasa di dada, seribu sesal menyesak disini, ada teraba bebanmu dihatiku, nak. Maaf kan aku, nak Maafkan kami .. seberapapun banyak beban yang kita tumpahkan padany...

Dawwi, Disleksia dan Akomodasi UN

Image
Tahun lalu, akhirnya kami sepakat bahwa “baiklah” jikalau Dawwi ingin dan akan mengikuti Ujian Nasional tingkat sekolah dasar. Saat itu kami masih memiliki tanda tanya besar tentang makna dan manfaat UN bagi anak Indonesia. Singkatnya, hasil diskusi dengan beberapa guru dan pemikiran panjang kami lalui sebelum memutuskan Dawwi untuk mengikuti UN. Sejak memasuki semester genap, anak-anak mulai memasuki pola belajar yang lebih intensif untuk mempersiapkan diri menghadapi UN. Saya berkomunikasi secara intens dengan guru-guru kelas, Bu Hera & Pak Iden, mulai dari isu tren materi UN terkini hingga bagaimana kecakapan Dawwi dalam persiapan tersebut. Kemampuan membaca komprehensfi masih menjadi tantangan besar saat itu, extra-time belajar dirumah yang menguras emosi dan fisik, telah menjadi tambahan upaya meningkatkan kemampuan pemahaman baca soal yang diharapkan akan membantu dia memiliki hasil yang baik. Lagipula, Bu Hera & Pak Iden menyatakan apa yang mereka upayak...

Bun, kenapa aku disleksia

Tiba-tiba saya ingat, beberapa tahun lalu saat pillow talk dawwi bertanya "kenapa sih bun, ko aku diseleksia?". Mengenalkan padanya tentang keistimewaannya, merupakan jalan panjang & penuh pro kontra. Saya ingat betul seorang guru setengah menyindir kelebayan saya memperlakukan dawwi. Ujarnya, dawwi sama seperti muridnya yang lain hanya butuh belajar berbeda. Kenapa sih, dawwi perlu cara belajar yang berbeda. Retoris bukan?. Pernyataan tersebut diberikan tanpa dasar dan latar belakang pemahaman yang dangkal. Untung saya memahami 'kekurangpahaman' beliau dan ga perlu marah. Ada beberapa jawaban berbeda saya sampaikan pada dawwi yang menjawab pertanyaannya. Berliku menuju pehamanan yang tepat, tertahan oleh keraguan, inikah waktu yang tepat? Bagaimana reaksinya , bagaimana pemahamannnya? Apa dampaknya nanti?

Proses = (sabar + belajar terus + tabah + tangguh)HASIL = (Proses x doa) + air mata

Image
Judul yang aneh, tapi nyata, meski belum selama Einsten merumuskan teori Relatifitas kami membutuhkan 7 tahun untuk memahami bagaimana teori itu terbukti bagi kami. Kami sepasang orang tua yg pernah tersedu rindu berharap menggantungkan gambar anak kami, si Jalu, dimeja kerja. Gambar yang ada ayah, ibu berpegangan tangan dengan anaknya atau gambar hati dengan panah bertuliskan"I love you mom" or "I love you daddy". Meja kerja kami bersih dari pengobat rindu si kecil di rumah yang berupa gambar2 manis seperti itu, sementara meja kerja para sejawat seru dengan kiriman gambar aneka rupa ekspresi cinta si buah hati. Kami sepasang orang tua yang di perkumpulan keluarga hanya bisa senyum dan memuji keelokkan prilaku para keponakan, prestasi yang segudang dan kami cuma bisa "nyerengeh" ketika si gagah perkasa memandang kagum saudara-saudaranya yang bisa membaca lancar. Ayah adalah partner curhat dan penguat terbaik ketika saya dititik terendah saat kel...

Dawwi, The star of our heart

Image
http://health.detik.com/read/2015/10/28/170936/3055869/775/kisah-dawwi-anak-disleksia-dengan-cita-cita-tinggi Bukan Bodoh, Tapi Disleksia Kisah Dawwi, Anak Disleksia dengan Cita-cita Tinggi Jeems Suryadi Gani  - detikHealth Rabu, 28/10/2015 17:09 WIB Foto: Dokumentasi Pribadi Berita Lainnya Hanya Bisa Bangun karena Alarm, Begini Baik-Buruknya Tidur Bareng Kucing dan Anjing Peliharaan,  Yes or No ? Jam Tidur Mirip Orang Dewasa, Tapi Pola Tidur Remaja Jauh Lebih Unik Bila Mulai Terlihat Kurang Tidur, Anak Bisa Dibacakan Dongeng Baru Lahir, Pola Tidur Bayi Masih Harus Dibentuk Jakarta,  Disleksia adalah sebuah kelainan yang berhubungan dengan kemampuan penguasaan dan pemrosesan bahasa seperti membaca, menulis, mengeja, dan kadang dalam matematika. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan pada area sensoris otak. Dawwi Raissa (15) adalah salah satu anak yang harus memiiki disleksia untuk seumur hidupnya. Kondisinya dicurigai mulai muncul ...

Talkshow Disleksia @Coffee Break TV One, 21 Oktober 2015

Image
Hei .. we're on TV berkesempatan berbagi tentang disleksia melalui media nasional, mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman dipenjuru tanah air

Mengejar waktu yang berjalan lebih lambat dari semestinya

Bisakah itu terjadi? iya, saat kita ditempatkan sang pencipta hidup berdampingan dengan mereka yang tidak (belum) bisa hidup di sepercepatan waktu alias hidup dengan "delay". saat usia perkembangan anak tidak sesuai dengan  miles stone nya, kita ada disana berjalan meniti waktu gemas saat jarum-jarum jam bergerak tepat setiap detik dan kita butuh serat us detik kemudian untuk mengejarnya. tak banyak yang paham, ada perasaan mendera saat kita sebenarnya mampu mengikuti hitungan detik tapi hati kita tertancap pada cinta dan kasih sayang yang tadi itu. ada greget kesal, rusuh, emosional, nafas panjang tak putus-putus dan kadang tak urung ingin menjerit. demikianlah yang ada dalam hidup saya dan beberapa teman yang menikmati hidup di jam tepat waktu tapi tak mampu mengejar kecepatannya. tetapi disatu titik, jarum kami akan bertemu pula dengan jarum jam yang berputar tepat waktu tersebut. bukankah demikian hidup? sebab Allah maha baik, itu sebuah gambaran bahwa disabilitas buk...

#IndonesiaJujur Ketika Maling berteriak "Maling"

Image
ah, maaf ... sampai sesiang inipun saya masih sangat emosional dengan cerita yang sedang dialami ibu siami. rasanya di otak ini tumpang tindih, berantakan, 'pagujut' kalau ingat betapa 'tidak rapihnya' sistem pendidikan lalu ini diguyur cerita tentang rusaknya moral sekampung yang cinta dengan kecurangan,perilaku tidak jujur dan ingin menang sendiri. padahal apa sih makna ujian nasional tersebut? jadi ingat februari 2005, ada istilah 'beken'  "uztads di kampung maling". dulu konotasinya jelek sekali tapi saat ini secara baik seperti menggambarkan nasib bu siami. yang diteriaki "maling" oleh para maling sekampung ... tidak mudah jadi "orang benar" (kata ganti untuk "uztads" pada note ini saja), itu butuh kekuatan besar rmelaporkan kecurangan LALU tidak dianggap lagi! oleh dinas pendidikan setempat dan di adili massa!. Nasib bu siami betul betul seperti diteriaki "maling" oleh para maling :( k...

sometimes ...

it's better to stand tall and say what the fuck or what the hell to all words that not describe you

Ada Ambulance, Minggir yuks ...

Image
Walaupun sudah 'nrimo' dengan masyarakat yang berprilaku ga peduli di sepanjang jalan raya, seperti motor-motor yang nyesek berhenti di zebra cross saat lampu merah, mobil yang ngambil jalur kiri di perempatan padahal mau ambil jalan yg lurus. saya bermimpi, masyarakat kita bisa sadar untuk bisa menempatkan diri dengan baik di jalan raya dengan tidak'mengganggu' perjalanan orang lain yang berpacu dengan nyawa kebetulan saya sudah dua kali berurusan dengan ambulance, yang satu saat mengantar ayah saya yang tiba-tiba kolaps di kamar mandi. dengan ambulance kami membawa beliau ke rumah sakit yang jarak tempuh normalnya 20-25 menit. beruntunmg kota semarang (waktu itu) ga padat apalagi macet. cukup menerobos beberapa lampu merah kami tiba dalam waktu kurang dari 10". seru! kebetulan saya mengikuti dari belakang, berasa rally. rasanya bersyukur luar biasa bisa "kompromi' waktu sehingga ayah saya bisa mendapat pertolongan yang cepat ... Kedua kali, saya meng...

Saya dan si Smartphone

Image
  Si trackpad rusak. just as simple as that. Kemudian kenapa orang-orang memandang saya seperti 'emak galau'?. hmmmm rasanya biasa aja sih, perubahan yg harus saya sesuaikan adalah pinjem HP jadul dan belajar mencet tuts yang satu pencet tiga nomor itu. lama? ya eyalah .. sabar aja,betul? saking sabarnya bahasa sms saya simple banget ga pake bunga-bunga hahahhaha. trus apa karena itu saya keliatan jadi menderita ga pake smartphone ? sesekali mengkhayal pengen punya tabulet ga berarti saya jadi 'rungsing' cuti dari dunia maya. lhaaaa ini saya masih ngeblog,tho? :D intinya gini, ga pake smartphone ga bikin saya mati. * but please get well soon, curve *. iya aktifitas daring saya terganggu .. semacam twitteran, fesbukan *siap ditampol orang* hahahahha. ya, email dan segala laporan itu masuk PC, just a click away . Saya juga mengambil manfaat dari libur smartphone ini dengan khatam 2 buku dalam 4 hari. isn't it cool :). saat nunggu anak sekolah saya baca k...

And I always come back here when I'm sad ..

Rahasia, aib dan Diam

Yang saya percaya, Allah ga akan lama-lama membiarkan manusia mengubur rapat rahasia yg tak sepantasnya. Namun Allah, menguji kita,meminta dengan sabar menunggu terbuka dengan ridha nya ... Tapi mengapa rahasia orang lain begitu menggelitik untuk kita ketahui? Godaan untuk mengukur diri atas keadaan orang lain dengan rahasianya sungguh meerupakan jalan terpintas terdekat menuju ujub. melatih memisahkan ruang dihati mana yang perlu dan hak menjadi urusan kita atau bukan, sungguh pelajaran yang sulit bagi kita manusia yang dangkal ilmu dimata Allah. jauh lebih dari itu sebenarnya kita seperti membuang energi diri dan emosi yang terbatas ini hanya untuk memenuhi ego. manfaatnya? justru dekat sekali dengan banyak dosa. mungkin membiarkan rahasia tetap menjadi rahasia adalah kemampuan yang "skilled mastered"

Malu Ku Pinta

Aku yang berdiri di dalam gelap memendam rindu Menatap terus terus dan terus ke sudut terjauh, tau kah kau apa yang ku rindu? Aku yang berdiri di dalam gelap menahan resah Sibuk disini menjalin-jalin benang asa, tahukah kau apa harapanku? Meski terlambat ku sadari, aku hanya perlu mengetuk pintu tuhan Ketika dibukakan pintu tatap wajahnya dan memohon Yang mulia, wahai Tuhan ku .. Sudilah kiranya kau beri aku cahaya, ketenangan, bisikan yang menggugah,cerita indah,senyum yang tulus, genggaman tangan yang hangat Oh betapa banyak pintaku, aku merintih Malu itu menyergap aku sang mahluk kerdil yang kesepian di tengah padang yang gelap, di dera angin yang tak punya kata ampun di kamusnya, disiram air aku bak bunga kekeringan dan disini aku menderita Oh sungguh ku mahluk tanpa daya

Is The Corpus Callosum the Missing Link in Dyslexia?

---by Dorothy van den Honert The terms dyslexia and learning -disability have been used interchangeably and misused for mild retardation and ADD so often that it behooves a writer on the subject to start by defining his terms. Dyslexia, etymologically, merely means poor reading. However, by now the term has come to mean a specific type of poor reading which, in a shortened form of the official definition, is present in a person of normal or better intelligence who has no medical, psychological, or socio-economic condition sufficiently acute to account for the deficit in reading. The specific peculiarities that characterize dyslectic reading are as follows: difficulty with sound-symbol matching...

Dyslexics and Visual Motion Problems

The latest issue of Journal of Cognitive Neuroscience includes a paper on the difficulties of dyslexics have with visual motion and how this relates to problems with reading. “Developmental dyslexia is associated with deficits in the processing of visual motion stimuli, and some evidence suggests that these motion processing deficits are related to various reading subskills deficits. …. Results suggest that there are in fact two distinct motion processing deficits in developmental dyslexia, rather than one as assumed by previous research, and that each of these deficits is associated with a different type of reading subskills deficit. A deficit in detecting coherent motion is selectively associated with low accuracy on reading subskills tests, and a deficit in discriminating velocities is selectively associated with slow performance on these same tests. In addition, … The two distinct patterns of motion processing and reading deficits demonstrated by this stu...

terjerembab lagi

Tak kuminta air mata ini turun, tapi kini ku tenggelam di dalamnya, dihempas Isak tangis yg kutahan .. Laa Tahzan. Syafakallah syifaan ajilan, titip ayahku ya Rabb  ..

"saya bukan emak dengan anak disleksia paling susah seantero jagad"

17 October 2011 at 12:18 Public Friends Only Me Custom Close Friends Limited Profile See all lists... Bandung, Indonesia Area PT.Indrakinarya Mugisantosa ITENAS Bandung Family Go Back ini bukan artikel baru, saya coba CoPas dan link saya lampirkan. saya membaca artikel ini untuk ingetin saya sendiri  "saya bukan emak dengan anak disleksia paling susah seantero jagad" . jadi saya ga lebay,emang gini keadaannya. kalau saya banyak bercerita dan berbagi semata-semata melepaskan beban (bukan galau) dan berharap semoga temen-temen orang tua dengan hidup yg sama bisa dapat pencerahan juga. *sambil berharap, sugan we ada yg mau berbagi cerita, meringankan beban dan berbagi inspirasi* why is that so necessary? yes, anak disleksia itu harus dipapar segala cara dalam hal mengajar di area kognitif,social-behaviour sampe dengan self management. Damn its true. kami orang tua ini (juga guru) emang ada yang tahu segalanya?!?!?! no.. come on! we are just human being. keterbatasan h...